Sunday, July 15, 2012

Kisah "Kasih" di Indomaret

Aku masuk Indomaret dengan terburu-buru. Mencari rak tempat makanan kecil yang manis-manis diletakkan. "Walens Choco Soes, Walens Choco Soes" aku terus mengulang nama itu di kepalaku. Makanan kecil favoritku, tapi kali ini aku membelinya untuk Mama. Aku jalan cepat menuju rak pojok karena sekilas melihat makanan yang manis-manis di situ. Ketika itulah aku melihat lelaki itu berdiri, bersama seorang temannya yang tertunduk membelakangiku mengambil sesuatu yang terjatuh di lantai, sehingga wajah lelaki itu menjadi sangat jelas untuk kulihat. Aku sadari kami beberapa detik saling menatap, dia tertegun menatapku. Aku tidak bermaksud memperhatikannya, aku ikut tertegun karena mereka langsung berhenti berbicara saat aku datang. Segera aku alihkan pandanganku ke rak-rak di sebelah kananku. Aku menunduk dibelakang temannya. Dengan sigap kuambil Walens Choco Soes yang terletak di bagian bawah rak dan langsung berbalik pergi. Menuju antrian.

Sekilas kulihat lelaki itu masih terus memperhatikanku. Aku memang tidak melihat wajahnya dengan jelas -apakah dia tersenyum, ataukah hanya melongok di situ sambil terus menatapku- tapi aku bisa merasakan pandangannya, dan jelas sekali wajahnya mengarah kepadaku. Karena di Indomaret saat itu hanya ada dua petugas lelaki yang sedang jongkok di depan lemari es mengatur minuman, seorang kasir perempuan dan seorang ibu-ibu chinese yang daritadi rewel dan sibuk memilih gelas cantik yang dia dapat dari membeli beberapa buah es krim Magnum. Aku mengantri di samping ibu-ibu itu, berharap lelaki itu sudah melupakanku dan kembali melakukan -atau, membicarakan- apapun yang dia lakukan di belakang tadi. Namun, ternyata dia sudah berjalan saja dan berdiri di samping rak yang paling dekat dengan kasir. Apa yang membuatku yakin dia mendekat semata-mata hanya untuk memperhatikanku? Karena bukannya menunduk melihat-lihat rak di samping kirinya atau sekedar menghadap pada rak-rak itu, dia terang-terangan berdiri di situ, badannya menghadap ke arahku sementara temannya sibuk mencari ntah apaan di rak-rak sekitar situ.

"Jangan lupa masukin gelasnya ya Mbak!" kata si ibu rewel ke kasir yang malang itu.

"Iya, Bu.." kasir menarik laci di bawah mesin, mengeluarkan plastik putih bertuliskan Indomaret dan memasukkan gelas-gelas Magnum itu satu persatu dengan hati-hati.

Bagus, pikirku, setelah gelas-gelas ini masuk aku bisa langsung membayar dan segera pergi, karena aku bisa melihat dari ujung pandanganku, lelaki itu perlahan berjalan menuju kasir, TANPA MEMBAWA APA-APA. Jadi, sudah cukup jelas kalau aku tidak ge-er tanpa alasan. Lagi-lagi aku tidak terlalu memperhatikan wajahnya, aku hanya melirik ke kanan, tapi bisa kulihat mulutnya sedikit terbuka. Tersenyumkah dia?

Tapi kulihat langkahnya terhenti, dia dipanggil oleh temannya. Syukurlah, aku bisa mengistirahatkan jantungku yang sedaritadi berdegup kencang.

"Mbak, kok kembaliannya segini?"

Baru kusadari, urusan si ibu ini daritadi belum selesai juga, dan dia kembali berceloteh, "Kok jadi 204 sih?"

Si Kasir memperhatikan mesinnya, beberapa saat baru menyadari kesalahan yang dia perbuat "Oh, iya, maaf Bu." Buru-buru dia mengetik kembali di mesinnya.

"Harusnya kembaliannya 1500 kan!?" ntah mengapa ibu itu merasa harus banget menegaskan kesalahan si kasir dengan suara yang sedikit keras.

Jantungku kembali berdegup kencang karena ternyata lelaki itu sudah berdiri kira-kira 2 langkah dari tempatku berdiri. Aku buru-buru mengeluarkan uang 10.000 agar bisa langsung membayar dan tidak perlu berlama-lama lagi di tempat itu. Untungnya, saat itu juga si ibu selesai dan membawa pergi 3 kantong belanjaannya yang besar keluar dari pintu kaca yang tidak tertutup. Aku bergeser mengambil posisi ibu tadi, tersenyum kepada kasir sambil menggeser Walens Choco Soes mendekat ke tangan kasir.

"Enam ribu sembilan ratus." sebelum ia selesai berbicara langsung kusodorkan  uang sepuluh ribuku, karena kini lelaki itu sudah mengantri bersama temannya, di sampingku.
Setelah kasir itu memasukkan belanjaanku ke kantong plastik, aku langsung mengambilnya, dengan tidak sabar menunggu uang kembalianku. Aku sudah setengah berjalan saat kasir itu menyerahkan uang kembalian dan langsung mengambil langkah keluar, masuk ke dalam Nissan March merahku.

Eti yang duduk di sampingku, memperhatikan aku yang hanya diam saja di dalam mobil terus menaruh perhatian ke antrian di Indomaret, bukannya menyalakan mesin.

"Kenapa Wan?"

Aku melihat  Eti sekilas, lalu melempar pandanganku ke dalam lagi, ingin memastikan jika apa yang kucurigai memang benar. Lelaki itu, biarpun berdiri di balik temannya, ternyata memang masih memperhatikanku. Aku tidak yakin pandangannya bisa menembus ke dalam kaca mobil, tapi ia jelas-jelas mengintip dari balik bahu temannya, sambil tersenyum. Senyumnya tampak tulus. Tapi...

Aku sadar Eti mengikuti pandanganku. Segera kujelaskan, "Itu orang. Aneh."

"Kenapa?"

"Daritadi ngeliatin. Senyum-senyum."

"Serem amat."

Ya, biarpun aku melihat secercah kebaikan dalam senyumnya, dan jika dibayangkan pertemuan kami yang diawali dengan tatapan-tatapan itu serta bagaimana dia kemudian tidak dapat melepaskan pandangannya dari diriku dan berusaha mendekatiku namun ragu, ini seperti pertemuan-pertemuan yang mengingatkanmu akan suatu adegan di sebuah film, atau novel, atau komik, atau video clip "Wajahmu Mengalihkan Duniaku" Afgan. Ini bisa jadi manis. Ya.

Kalau saja, dia tidak berambut gondrong pirang rusak, berkulit hitam pekat seperti terbakar dan memakai jaket kulit serta berjalan seperti preman. Tidak heran jika jantungku berdetak kencang saat dia mendekat, karena perasaan gelisah dan risih. Atas dasar itulah, aku setuju dengan pendapat Eti. "Iya, serem amat."

Aku berharap pertemuan ini tidak akan berlanjut seperti di film-film.

Friday, July 13, 2012

UPH Festival: Semangat JKT48!!!

Okeh, aku tanpa sengaja menghapus post aku terakhir di blog ini yang judulnya "Whine Whine Whine" padahal ada comment dari Gaby....!!! I'm so sorry Gaby... and yes, satu-satunya hal yang bikin aku menyesal udah hapus itu post karena komennya ikut kehapus doang.

Well, udah setahun lebih aku ga update blog ini ya. Aku terlalu sibuk dengan kehidupanku, dunia maya langsung terlantarkan (halah, twitter update tiap hari pun @wandatanya ). Aku lagi ga punya apa-apa yang seru buat di-share kecuali aku jadi anggota Senat, dan di UPH Fest nanti aku jadi PIC anak Psikologi buat Impartasi Maba. Jadi nanti aku dan satu lagi temanku bertanggung jawab bimbing mereka buat nari-nari di depan satu UPH. Pilihan impartasinya itu ada tiga dan akan diundi nanti, jadinya anak-anak cuma bakal perform salah satu diantara pilihan ini : nari pake lagu "Aku Bisa", Pom Pom Boys and Girls (semacam Cheerleading), atau yang terakhir yang paling menarik dan -aku sangat sangat sangat berharap kepada Bapa, maba Psikologi dapat ini- yaitu COVER DANCE POCARI SWEAT.

...
...
...

1, 2, 3 GO!!!!


.... I WANT YOUUUUU... I NEED YOUUUU...
(nari-nari ala JKT48)



What could be more fun than... DANCING. along. to. JKT48's. HEAVY. ROTATION!!??? Well nari sayur anak-anaknya Kyary Pamyu Pamyu seru juga sih (PRESS THE LINK YOU WON'T REGRET! Tsah! Tsah!). TAPI INI LOMBA!!! LOMBA YANG AKAN DITONTON SATU KAMPUS!! HAHAHAHAAHAHAHAHAHAHAA!!!!

Sorry. Aku terlalu bersemangat.  :">
Lagipula itu masih diundi kok, jadi 1:3 aku bisa dapat Cover Dance Pocari Sweat buat Impartasi.
...
BUT WHO CARES!
I'm gonna try the dance anyway!
MARI NONTON TUTORIAL DAN LATIHAN BERSAMA!





Sunday, March 06, 2011

Tokimeki Memorial... in ENGLISH!?





Ada yang tertarik main game Dating Simulation? Dari dulu ya, aku tuh paling semangat tau ga sih kalo udah menyangkut game dating-dating begitu. Hahaha.. mentel abis! Game Dating Simulation pertama yang aku punya itu Tokimeki Memorial 2, yeah yeah, pemeran utamanya cowok, but so what if I'm a girl?? Ga ada bedanya sama main Harvest Moon kita jadi cowok trus nguber-nguber cewek, ngambil2 bunga pink di gunung demi si Poppuri! Tapi nyebelinnya Tokimeki Memorial none of the version is in English! Aaaargh! I'll have to guess the answer by the writings! -Kalo banyak "..." kesannya ga semangat sementara si itu kyknya tipe yang periang jadi aku pilih lah yang ada tanda serunya. Sotoy abis!- Sebenarnya agak bodoh dan terdengar desperate -seakan ga laku-laku jadi latihan pacaran dari game-game begituan- but it really helped me on understanding individuality LOL

(What? I'm studying psychology!)

Anyway, baru 2 hari lalu aku download game Tokimeki Memorial 3: Love Plus Girl's Side buat Nintendo DS dan aku langsung mainin tuh game kayak orang gila.

(I know rite, I actually got this homework to make a Response Paper to Willingham's "Why Don't Students Like School?" book and the draft is due tomorrow, instead I lost myself inside this unrealistic dating game!)

Yang bikin semangat lagi, berkat patch dari http://sites.google.com/site/tokimemogs1/ I got to play the game in English! Yeah, yeah, we all know that none of the Tokimeki Memorial are in English, but this is a fan translator! It should be okay as long as we don't put it to sale or rent it! If you have an NDS and you're interested in Dating Simulation games, get a click to that link and take a look at the instruction (Of course, you'll be needing the original .nds game first! Just google it!)

Cheesy banget ga sih main game beginian? Yaaah.. lumayan lah buat isi waktu. Aku udah namatin game nya pagi ini, believe it or not. And dangit I got a stupid ending, I didn't end up with any of the boys (I got into a romantic relationship with Suzuka, but then he dumped me over for this Konno girl that use to be my Best Friend. Ouch!)

(Tapi menurutku masih lebih seru Tokimeki Memorial yang ke-2, karena ada RPG nya segala! I remember that part when me and Miyuki went out and then came this stray dog or something and we had to fight it like in this stupid RPG mode. Yes, with the Health gauge and such. Atau mungkin aku cuma kurang beruntung jadi ga ketemu RPG eventnya kali ini? The heck.)

Later I googled if I could find an RPG event on Tokimeki, and see what I found? See? I wasn't lying about the RPG scene! LOL



Namun sayang, ini dari TM 4.

So yeah, that's all for today. I REAAAALLLY should start working on my response paper. To all you English Tokimeki lovers feel free to fill your time with the translated game. Adieu!

Thursday, December 23, 2010

Hello College LIFE! (and LDR)

See if you can find me hanging in this crowd


Wow, sure is fun to read what you've written. And I can't believe it's been months since the last time I posted!

SO ANYWAY, I'm a college student now! Yeah, I get to achieve my dream to be able to experience the College atmosphere. I'm currently attending my studies at Universitas Pelita Harapan (UPH), majoring Psychology.




Psychology Welcoming 2010

The people at UPH are all nice, not to mention the Seniors. They were all very welcome.
And I got to admit, the way things are in college are VERRRYY different comparing to High School. Eventhough it has less subjects, it's more serious in a whole new level.

So, yeah.

A lot of things had happened here in this 1st Semester. My Gaga-riffic performance at Porank '10 (dang it was wild! wish I had a video of it though), the spiritual experience I gain from Youth Camp 2010 (w/ my beloved roomate, Nicky! Oh how I miss her!), my musical-theatrical debut performance at Taman Ismail Marzuki, the friends I made..

..and I even traded some Christmas Gifts with them last Friday! I got a diary, a Hello Kitty alarm clock, a black watch, a framed photo with a pink mug titled "I'm a gentleman" -heck, I dunno what she meant by giving me a "gentleman" mug, how offending!- and a man-shaped mini electric fan. Right. If you couldn't catch my drift, will post pictures of 'em late-uhhhr.



These are the friends which I traded my gifts with!
From left to right: Me, Esy, Deddy, Irene, Icha & Gloria


The funniest part of College was me being reunited with my Childhood friend, Tasya! Oh we were friends ever since we're in diapers and we're totally inseparable! Well, that was BEFORE her family had to move out for work purposes. Back then we were still in the 1st grade of Elementary School. We don't contact that often ever since. Last time I saw her was when she came over to Pekanbaru to visit her grandparents, but we really didn't know our college targets, we don't share much.

So we totally freak out when we found ourselves in the same University that day. We were like "Tasya?" "Wanda!" and all huggies like the ones you'd saw in the movies.

Right.

But then again, we've reunited!


This is her munching all the food she could afford.
(Sorry, Tasya! Had to post this for entertainment! *smirk*)

And I also get to experience a Long-Distance Relationship with Gby (yeah, I'm still with him! J). But there should be no problem with that right? I mean, Hey, Wanda, you can always go back to Pekanbaru if you want to! I mean your Dad.. works there, right?

Well, FYI, people! My Dad is going to retire SOON. So there will be no longer a chance for me to EVER go back to Pekanbaru, cause we'll all be living right here in Karawaci.

*Sigh*

So glaaad that I was able to meet him before the Finals though. You see, we got a one-week-rest before the Finals and that's when I force myself to fly over to Pekanbaru. For one last look. And one last photobooth picture (one LAST picture in Pekanbaru, of course! I don't want this to be my last photo w/ him!)


me and my dearest Gabriel Frans


Well, that's all the story I could offer to you right now.

Hope you have a blast today, people!
God Bless J